Kematian Akibat Penyakit Stroke

kematian-dalam-strokeSebagian penyakit stroke bersifat fatal, sementara yang lain menyebabkan cacat tetap atau sementara. Sekitar 2 dari 10 orang yang mengalami stroke akut akan meninggal dalam satu bulan pertama, 3 dari 10 orang meninggal dalam satu tahun, 5 dari 10 orang meninggal dalam 5 tahun dan 7 dari 10 orang meninggal dalam 10 tahun.

Semakin lama waktu berlalu setelah suatu stroke, semakin kecil risiko meninggal akibat stroke. Risiko kematian terbesar adalah pada tiga hari pertama sekitar 12%. Risiko meninggal dalam 7 hari setelah stroke adalah sekitar 15-17%, dalam dua minggu adalah sekitar 17-20% dan dalam satu bulan adalah 20-25%. Bagi mereka yang bertahan hidup hingga satu bulan, angka kematian per tahun adalah sekiatr 10% yang berarti 1 dari 10 orang yang selamat akan meninggal setiap tahun.

Risiko kematian dalam bulan pertama berbeda-beda bergantung pada jenis stroke : risiko tersebut sekitar 20% untuk stroke iskemik, 40-70% untuk perdarahan intraserebrum dan sekitar 40% untuk perdarahan subaraknoid.

Angka kelangsungan hidup setelah stroke iskemik pertama adalah sekitar 65% pada tahun pertama, sekitar 50% pada tahun kelima, 30% pada tahun kedelapan, dan sekitar 25% pada tahun kesepuluh. Prognosis jangka panjang bagi orang yang pernah mengalami perdarahan intraserebrum hemisferik (perdarahan yang mengenai salah satu hemisfer otak) biasanya lebih baik dariada bentuk-bentuk lain perdarahan intraserebrum dengan angka kematian keseluruhan sekitar 15-30%. Sebagian besar orang dengan perdarahan batang otak atau talamus meninggal segera setelah serangan.

Bagi orang yang mengalami perdarahan subaraknoid, risiko kematian dalam dua hari pertama adalah sekitar 35% tetapi setelah itu turun pesat. Risikonya menjadi sekitar 30% pada minggu pertama dan sekitar 10% pada minggu kedua. Salah satu penyebab utama kematian setelah perdarahan subaraknoid pertama adalah perdarahan ulang. Angka perdarahan ulang adalah sekitar 2% per hari selama 10 hari pertama (sehingga totalnya sekitar 20%). Kejadian perdarahan ulang sedikit lebih kecil daripada 30% pada 30 hari dan sekitar 1,5% per tahun setelah 30 hari.

Risiko meninggal segera setelah suatu stroke akut paling tinggi bagi mereka yang mengalami kehilangan kesadaran pada hari pertama dan semakin dalam tingkat penurunanan kesadaran, semakin besar risiko lematian yang mencapai hampir 80% pada mereka yang mengalami koma dalam memperlihatkan pola bernapas yang tidak teratur atau mengalami paralis berat (hilangnya sama sekali gerakan di lengan atau tungkai yang terkena). Risiko tersebut juga lebih tinggi pada orang berusia lanjut dibandingkan kaum muda dan pada mereka yang mengalami inkontinensia (tidak dapat mengendalikan buang air) akibat stroke.

Sebagian orang yang tampaknya terkena stroke ringan meninggal tidak lama kemudian setelah stroke kedua, serangan jantung, atau akibat denyut atau pernapasan mereka dihentikan oleh batang otak yang mengendalikan fungsi-fungsi ini. Ini merupakan bahaya khusus untuk orang yang mengalami stroke batang otak.

Komplikasi medis paling sering yang berpotensi menyebabkan kematian dalam bulan pertama setelah stroke :

– Pembengkakan otak yang diikuti dengan dislokasi yang menyebabkan tertekannya pusat-pusat vital di otak yang mengendalikan pernapasan dan denyut jantung

Pneumonia aspirasi-infeksi dada akibat masuknya makanan atau cairan ke dalam paru

– Bekuan darah di arteri jantung (infark mikardium) dan paru (emboli paru)

Penyebab tersering kematian stroke setelah satu tahun :

– Infeksi-infeksi saluran kemih, infeksi dada, misalnya pneumonia aspirasi, dan infeksi kulit akibat dekubitus atau luka akibat terlalu lama berbaring di tempat tidur
– Komplikasi kardiovaskluar seperti gagal jantung, serangan jantung dan embolisme paru
– Demensia

Posted in Penyakit Stroke, Penyebab Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Faktor Risiko Penyakit Stroke

Berita baik mengenai stroke adalah bahwa penyakit ini sangat dapat dicegah. Pada kenyataannya, hampir 85% dari semua stroke dapat dicegah. Unsur-unsur pokoknya :
– Mencegah tibulnya faktor risiko dari penyakit stroke
– Menghilangkan sebanyak mungkin faktor risiko penyakit stroke yang ada
– Mengurangi pajanan ke semua faktor risiko yang tidak dapat dihilangkan

Cara terbaik untuk mencegah atau mengurangi faktor risiko stroke adalah gaya hidup yang sehat, yang berarti menyantap makanan yang sehat, aktifitas fisik memadai, dan menjaga keseimbangan emosional. Agar benar-benar efektif, gaya hidup sehat sebaiknya dimulai sejak masa anak-anak dan dilanjutkan seumur hidup.

Juga, terbukti bahwa kecenderungan atau resistensi terhadap banyak penyakit, termasuk stroke, mungkin berawal sejak sama konsepsi (pembuahan) dan berlanjut sepanjang kehamlan. Ketika hamil, terutama pada tahap-tahap awal, faktor-faktor seperti merokok, minum alkohol, stres dan makanan yang kurang memadai, dapat berefek buruk pada risiko stroke dan penyakit kardiovaskuler lain pada kehidupan selanjutnya anak yang belum lahir. Di pihak lain, menghindari faktor-faktir ini selama kehamilan dapat mengurangi risiko anak mengalami stroke dan banyak penyakit kronis lain saat mereka telah dewasa.

Faktor risiko penyakit stroke terbagi menjadi dua, yakni yang dapat dimodifikasi (faktor yang dapat diubah atau diperbaiki) dan tidak dapat dimodifikasi (faktor yang tidak dapat diubah). Faktor risiko yang dapat diubah yang terpenting adalah merokok, hipertensi, ateriosklerosis, penyakit jantung, diabetes, aneurisma intrakranium yang belum pecah, kelebihan alkohol, makanan yang tidak sehat, kelebihan berat badan, kurang aktivitas fisik, stres kronis, dan depresi.

Faktor risiko yang tidak dapat diubah antara lain adalah pertambahan usia, jenis kelamin, suku bangsa tertentu (orang keturunana Afrika, Afro-Karibia, Asia, Maori dan Kepulauan Pasifik), dan faktor genetis termasuk riwayat stroke dalam keluarga.

Seseorang dapat mengalami peningkatan risiko untuk mengalami stroke. Semakin banyak faktor risiko yang dimiliki seseorang, semakin besar pula risiko stroke yang mengintai. Sebagai contoh, jika seseorang merokok dan menderita hipertensi, risiko mereka terkena stroke adalah 20 kali lebih besar daripada mereka yang tidak merokok dan tidak menderita hipertensi. Banyak orang memiliki lebih dari dua faktor risiko.

Untuk memperkirakan sendiri risiko Anda terkena stroke dapat digunakan penjumlahan sederhana. Untuk menghitung risiko total Anda, tambahkan skor dari setiap faktor risiko pada tabel dibawah ini :

tabel-risiko-stroketabel-risiko-stroke-2

Tabel diatas dapat dijadikan sebuah petunjuk atau acuan Anda dalam menangani dan memperkirakan risiko stroke pada diri anda dengan skor nilai. Tabel ini dimodifikasi dari The Stroke Foundation New Zealand Guidelines 2003.

Jika jumlah skor antara 1 dan 4, risiko Anda rendah (Anda kemungkinan  5-10% lebih tinggi terkena stroke dibandingkan dengan orang berusia sebaya yang tidak memiliki faktor risiko itu, yaitu orang yang jumlah faktor risikonya 0(nol]. Jika jumlahnya antara 5 dan 9, Anda memiliki risiko yang lumayan rendah untuk terkena stroke (peningkatan kemungkinan terkena stroke 10-20% dibandingkan dengan orang sebaya yang tidak memiliki faktor risiko tersebut). Jika jumlahnya antara 10-13, Anda memiliki risiko cukup tinggi untuk terkena stroke (kemungkinan 20-40% lebih besar). Dan, jika jumlahnya 14 atau lebih, Anda berisiko sangat tinggi terkena stroke (lebih tinggi lagi bila lebih dari 40%).

Jika Anda menetapkan suatu tujuan utnuk mengurangi faktor risio pribadi Anda dan meletakkan skor yang telah diperbaiki pada tabel di atas, Anda akan dapat melihat penurunan risiko Anda terkena stroke.

Posted in Penyakit Stroke, Penyebab Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Saraf Stroke

stroke (1)Penyakit saraf stroke adalah kematian jaringan orak yang mendadak akibat kurangnya supply oksigen. Keadaan ini bisa disebabkan karena otak kekurangan darah akibat adanya sumbatan aliran darah (ischemic stokre) yang disebabkan oleh adanya timbunan plaque dan kolesterol pada dinding pembuluh darah arteri sehingga sifat elastisitasnya berkurang dan aliran darah pun ikut berkurang (Atherosclerosis). Atau bisa juga disebabkan oleh adanya gumpalan darah akibat plaque yang tumbuh membesar sehingga menyumbat lubang arteru (Trombus). Trombus ini dapat pecah dan lepas, membentuk emlbulus yang mengalir dalam pembuluh darah yang sewaktu-waktu akan menyumbat.

Penyebab penyakit saraf stroke lainnya adalah pendarahan di dalam atau disekitar jaringan otak yang disebabkan adanya tekanan atau trauma jaringan otak. Keadaan ini biasa disebut dengan hemorrhagic stroke. Pendarahan dapat terjad dibawah selaput otak maupun di dalam jaringan otak. Penyebab itamanya adalah tekanan darah yang terlalu tinggi sehingga menyebabkan pembuluh darah kapiler dalam otak pecah dan mengalir ke dalam jariingan otak. Faktor penyebab serangan stroke antara lain penyakit jantung, hipertensi, kolesterol tinggi, kegemukan (obesitas), sering minum-minuman beralkohol, merokok, lanjut usia  (manula), diabetes mellitus, pemakaian pil kontrasepsi (KB), kurang olahraga, dan stress. Stroke dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis ;

  1. Stroke sementara atau transient ischemic attack (penderita pulih kembali dalam waktu kurang dari 24 jam). Gejalanya antaa lain tiba-tiba sakit kepala, pusing, bingung, pandangan mata kabur, atauu kehilangan ketajaman penglihatan, kehilangan keseimbangan, lemah, dan kesemutann pada satu sisi tubuh.
  2. Stroke ringan (penderita  pulih kembali dalam waktu 2 minggu). Gejalanya antara lain beberapa atau semua gejala stroke sementara, ditambah dengan kelemahan atau kelumpuhan kaki, serta bicara tak jelas.
  3. Stroke berat (pemulihan terjadi sepenuhnya atauu hanya sebagian setelah beberapa bulan atau tahun). Gejalanya antara lain semua gejala stroke sementara dan ringan, ditambah dengan koma jangka pendek, kelemahan atau kelumpuhan satu sisi tubuh, sukar menelan, kehilangan control terhadap  pengeluaran air seni dan kotoran, sehingga konsentrasu serta perubahan perilaku.

Menurut penelitian, 60% faktor pemicu penyakit saraf stroke dapat dideteksi sedangkan 40% lainnya tidak. Pemicu stroke pada dasarnya adalah suasana hati yang tidak nyaman (marah-marah, hati bergejolak) makan minum terlalu banyak, minum alkohol berlebihan, merokok dan sering mengonsumsi makanan berlemak.

Pemicu lain penyakit stroke adalah terlalu lelah dan terlalu banyak mengeluarkan tenaga, terlalu banyak olahraga, perubahan cuaca yang terjadi pada musim dingin, tekanan atmosfer tinggi, suhu udara rendah kelembapan udara tinggi, serta  mendadak duduk dan beridir (bangun)  dari tempat tidur. Hampir 80% pemicu stroke adalah penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) dan pengerasan pembuluh arteri (arteriosclerosis). Menurut statistic, 93% pengidap penyakit thrombosis (darah beku, dalam pembuluh darah, ada hubungannya dengan penyakit tekanan darah tinggi).

Posted in Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Penyakit Stroke Mata

Apakah Anda pernah mendengar istilah stroke mata sebelumnya? Bila belum, mungkin Anda berfikir bahwa itu bagian dari penyakit stroke. Stroke mata bukanlah penyakit stroke yang sudah lebih dulu dikenal oleh masyarakat sebagai pembunuhan paling wahid. Disebut dengan stroke mata, karena penyebabnya mirip dengan stroke yang biasa menyerang otak, yakni penyumbatan pembuluh darah. Bedanya stroke mata tidak menyebabkan kelumpuhan pada sebagian tubuh, tapi bisa membuat salah satu atau kedua mata buta. Pada stroke mata, penyumbatan terjadi pada pembuluh darah arteri atau vena di retina.

pengobatan-penyakit-stroke-mataStroke mata dalam istilah medis dikenal sebagai Retinal Artery Occulsion yaitu penyumbatan (oklusi) yang terjadi di salah satu arteri kecil yang membawa darah menuju ke retina, yaitu sebuah lapisan jaringan di belakang mata yang menerima rangsangan cahaya.

Mereka yang beresiko

Data terbaru di tahun 2011 menyebutkan bahwa angka kejadian oklusi arteri retina mancapai 0,85% per 100.000 penduduk setiap tahunnya. Dengan penderita pria jumlahnya lebih banyak dibanding dengan wanita. Rata-rata pasien yang mengalami oklusi arteri retina adalah mereka yang berusia lanjut dan di atas 70 tahun. Mengapa demikian, beberapa kasus dilaporkan juga terjadi pada mereka dengan usia yang lebih muda bahkan pada usia 30 tahun, meski kondisi ini jarang sekali terjadi.

Umumnya stroke mata terjadi karena adanya gumpalan darah atau timbunan lemak yang terjebak di dalam arteri. Apalagi jika disertai pengerasan pembuluh darah (arteroklerosis) mata. Oklusi paling banyak terjadi pada orang yang memiliki penyakit arteri karotis, dimana pembuluh darah besar di leher mengalami penyempitan. Kondisi lain yang dapat memicu penyumbatan antara lain penyakit diabetes, gangguan irama jantung, tingginya kadar lemak dalam darah, tekanan darah, bahkan pada usia 30 tahun, meski kondisi ini jarang sekali terjadi.

Umumnya stroke mata terjadi karena adanya gumpalan darah atau timbunan lemak yang terjebak di dalam arteri. Apalagi jika disertai pengerasan pembuluh darah (arteroklerosis) mata. Oklusi paling banyak terjadi pada orang yang memiliki penyakit arteri karotis, dimana pembuluh darah besar di leher mengalami penyempitan. Kondisi lain yang dapat memicu penyumbatan antara lain penyakit diabetes, gangguan irama jantung, tingginya kadar lemak dalam darah, tekanan darah tinggi, penggunaan obat tertentu, dan juga kerusakan arteri  akibat reaksi akibat reaksi kekebalan tubuh. Jika cabang-cabang arteri retina tersumbat, maka retina tidak akan cukup menerima darah dan oksigen, sehinngga mengakibatkan terjadinya gangguan penglihatan.

Kenali Pengobatan dan Prinsip Pengobatan Pada Stroke Mata

Prinsip penanganan oklusi arteri retiena adalah deteksi dini dan pengobatan untuk memperbaiki penglihatan. Sampai saat ini ada beberapa metode terapi  telah digunakan untuk mengatasi oklusi arteri retina. Akan tetapi angka keberhasilan dari terapi yang ada masih sangat di pertanyakan. Salah satu penyebab stroke mata karena sel-sel retina sangat mudah mengalami kerusakan jika sebentar saja terjadi kekurangan aliran darah. ‘ Oleh sebab itu, 100 menit pertala terjadi oklusi merupakan golden period untuk pengobatan, sehingga kerusakan yang bersifat pemanen pada mata tidak terjadi.
Beberapa metode pengobatan berkembang dan dilakukan pada kasus stroke mata ini, antara lain metode peminjatan bola mata untuk menurunkan tekanan pada bola mata; melakukan sobekan pada bola mata untuk mengeluarkan sebagian cairan atau menggembasi bola mata dan pemberian obat-obatan. Obat-obatan yang diberikan misalnya pelebar pembuluh darah retina, penghancur bekuan darah seperti Tissue Plasminogen Activator (TPA) dan Carbogen (5% karbodioksida dan 95% oksigen), diberikan dalam 2-12 jam pertama setelah gejala.

“Pemberian karobdioksida akan melebarkan arteriol retina, sementara okskigen meningkatkan pengiriman oksigen ke jaringan iskemik. “Selain pengobatan pada retina, juga perlu mencari dan mengobati penyakit yang menjadi faktor risiko terjadinya stroke mata, seperti ;koleserol, hipetensi dan diabetes mellitus dengan melakukan pemeriksaan darah dan pemeriksaan laboratorium penunjang lain. Menurut Dr. Jelita, penyebab penyumbatan harus dicari , karena kemungkinan oenyumbatan tersebut bisa merupakan tanda atau masalah yang akan mengancam jiwa seorang pasien. Pada penderita BRAQ bisa dilakukan managemen dengan teknik pengobatan lapang pandang menggunakan alat bernama Humphrey Visual Field.

Posted in Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pemicu Penyakit Stroke

Untuk menentukan seseorang terkena stroke tidaklah mudah. Banyak prosedur pemeriksaan yang harus dijalani pasien, sebelum akhirnya dokter mendiagnosisi terkena stroke ringan atau berat. Prosedur pemeriksaan juga diperlukan bagi orang-orang yang mempunyai faktor pemicu penyakit stroke. Misalnya penderita hipertensi, serangan jantung dan diabetes.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan dokter sebelum memutuskan seseorang terkena stroke atau pemicu penyakit stroke. Antara lain, wawancara, pemeriksaan darah, pemeriksaan dengan alat pemindai MRI (magnetic resonance imaging) atau CT scan (computerized tomography scanning), dan lain-lain.

Salah satu kunci menangai stroke adalah dengan mengenali gejalanya edini mungkin. Makin dini dikenali, penanganan untuk masalah pemicu penyakit stroke juga makin cepat. Tindakan cepat pada awal serangan stroke sangat ampuh menekan resiko cacat maupun kehilangan jiwa pada diri penderita. Dalam dunia medis ada kesamaan pendapat, penderita stroke harus sudah bisa ditangani dalam tempo tidak lebih dari tiga jam.

stroke (1)Persoalannya tidak semua orang tahu bagaimana mengenali gejala awal itu. Selain juga karena gejala awal stroke kerap kali tidak disadari. Bahkan ketidakpekaan terhadap datangnya serangan stroke sudahh menjadi pembawaan masyarakat Asia.

Banyak orang menganggap stroke tergolong penyakit yang sulit disembuhkan. Jika sudah lumpuh atau terjadi gangguan pada organ tubuh seperti mulut, penderitanya tidak akan kembali hidup normal. Tidak sedikit yang menyebut, pasien stroke tidak akan lama bertahan hidup. Bahkan ada juga stroke yang bisa membuat orang mati seketika.

padahal tidak sepenuhnya benar.Memang ada beberapa papsien yang nyawanya tidak dapat diselamatkan. Namun banyak pula kasus pasien yang sudah lumpuh bisa sembuh. Ia dapat kembali melakukan aktivitasnya sehari-hari.

Posted in Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Stroke Mata

Selama ini kita mengenal istilah stroke yang menyerang otak, dan menyebabkan kita akan mengalami kelumpuhan pada sebagian anggota tubuh, kini kita juga harus mewaspadai terjadinya serangan stroke di mata. Pasalnya, serangan stroke mata bisa merusak saraf bagian mata, bahkan dapat mengakibatkan kebutaan.

Sumbatan arteri retina terdiri atas arteri (pembuluh nadi) pusat (CRAO) dan arteri cabang (BRAO). Pada sumbatan arteri retina pusat, lapisan dalam retina bengkak dan pucat, penglihatan buram atau gelap mendadak. Sedangkan sumbatan arteri retina cabang ditandai daerah gelap (Skotoma), terkena satu mata dan tidak terasa sakit.

Gambar 1: Penyakit Stroke

Gambar 2: Penyakit stroke mata

Di Amerika Serikat, frekuensi CRAO adalah satu pasien berbanding 10.000 kunjungan pasien, sedangkan frekuensi BRAO sekitar 28 persen dari sumbatan arteri retina. Sedangkan usia penderita mulai dari 40 tahun ke atas.

Pada sumbatan arteri retina pusat, penglihatan akhir umumnya buruk. Hanya 21-25 persen penderita yang memiliki penglihatan berguna, sementara penderita sumbatan arteri retina cabang dapat membaik, bila mendapat pengobatan yang cepat dan tepat.

Sumbatan arteri retina ini berisiko terkena penyakit kardiovakuler, harapan hidup lebih rendah dibandingkan dengan pasien tanpa sumbatan arteri bahkan bisa berakhir dengan kamatian. Adapun sumbatan vena (pembuluh balik) retina bisa pusat (CRVO) dan pembuluh balik cabang (BRVO). Ini merupakan penyakit pembuluh darah nomor dua.

Penderita sumbatan vena retina akan mengalami penglihatan kabur mendadak bila mengenai makula. Untuk mencagah terjadinya stroke mata, faktor risiko harus dikendalikan dengan menerapkan gaya hidup dan pola hidup sehat, yaitu dengan diet teratur sesuai dengan yang ditentukan, dan berolah raga. Pemeriksaan kesehatan terutama mata harus secara teratur (Medical Check Up) terutama bila telah berusia di atas 40 tahun.

Penanganan kasus stroke mata bertujuan membatasi perluasan kerusakan pada retina dan penurunan tajam penglihatan secara permanen hingga mengakibatkan kebutaan. Selain itu penanganan medis juga dimaksudkan untuk mencegah komplikasi seperti glaukoma neovaskular dan sumbatan pada organ lain.

Posted in Penyakit Stroke, Penyebab Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Stroke di Indonesia

Salah satu dari gangguan ekpresi verbal dan non verbal yang seirg ditemui kasusunya sehari-hari ialah pada penderita stroke. Penyakit stroke adalah suatu gangguan peredaran darah di otak yang lazim menimpa orang-orang yang berusia di atas 40 tahun, tetapi akhir-akhir ini juga ditemukan kasus yang menimpa orang-orang berusia dibawah 40 tahun atau bahkan juga anak-anak.

Selain gejala kelumpuhan, cacat bahasa merupakan gejala yang umum terjadi pada penderita stroke. Bila penyakit stroke menyerang hemisfer kiri, penderita akan mengalami kerusakan dalam menggunakan ekspresi verbal dan non verbal.

Penyakit stroke dapat menyerang siapa saja, bangsa dan suku apa saja, penutur mana dan di mana saja, baik laki-laki maupun perempuan. Gejala yang menunjukkan jumlah prosentase tertinggi di Indonesia yang mengalami penyakit stroke akhir-akhir ini adalah mereka yang menyukai gaya hidup yang tidak sehat dan seimbang.

Kejadian stroke di negara maju cenderung menurun karena usaha pencegahan primer yang berhasil terutama dalam hal pencegahan terhadap hipertensi. Namun, di negara berkembang, termasuk di Indonesia, angka kejadian penyakit tidak menular ini justru meningkat. Hal ini akibat pengaruh urbanisasi, perubahan gaya hidup dan bertambahnya umur harapan hidup. Angka kejadian stroke di perkotaan (urban) di Indonesia diperkirakan 5 kali lebih besar daripada angka kejadian penyakit tersebut di pedesaan (rural)

Posted in Penyakit Stroke, Penyebab Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Stroke

Stroke  dikatakan tidak dominan apabila yang mengalami kelumpuhan adalah sisi kiri tubuh (bagian otak yang rusak adalah sisi kanan). Otak kanan berfungsi untuk persepsi. Digunakan untuk membedakan bentuk, posisi, berat, jarak, dan ruang.

Apabila otak kanan Anda mengalami gangguan karena stroke, ada beberapa gejala yang spesifik selain tentunya kelumpuhan sisi tubuh sebelah kiri. Gejala spesifik tersebut di antaranya :

– Kesulitan untuk mengerjakan tugas yang berhubungan dengan hubungan ruang seperti menggambar.

– Kesulitan untuk berpakaian

– Gangguan persepsi penglihatan

– Gangguan atensi/ perhatian (biasa disebut hemineglect)

Dominan stroke

Dikatakan dominan stroke apabila yang mengalami kelumpuhan adalah sisi kanan tubuh (bagian otak yang rusak adalah sisi kiri). Otak kiri berfungsi untuk menganalisis, pikiran logis, konsep dan memahami bahasa.

Apabila otak kiri Anda mengalami gangguan karena stroke ada beberapa gejala yang spesifik selain tentunya kelumpuhan dari sisi tubuh sebelah kanan. Gejala spesifik tersebut di antaranya adalah :

– Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan orang lain (afasia)
– kesulitan mengerjakan suatu urutan pekerjaan yang sederhana sekalipun (apraxia)

Posted in Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Stroke

Stroke merupakan suatu penyakit yang sering dijumpai di masyarakat modern sekarang ini. Bukan hanya penderitanya yang dihadapkan pada suatu keadaan yang sangat menyiksa, tetapi juga keluarga maupun orang terdekat. Beban yang ditimbulkan dari penderita stroke mencakup beberapa hal, mulai dari segi fisik, emosi maupun keuangan.

Dengan semua beban yang dipikul seorang penderita stroke, sebagai keluarga, bagaimana cara kita menghadapinya? Apakah kita harus malu atau mungkin malah depresi menghadapinya? Tentu jawabannya tidak. Penderita pasca-stroke justru memerlukan perhatian lebih dari orang-orang yang sama dan tidak ada satu pun reaksi yang sama di antara dua orang yang terkena stroke. Oleh karena itu, perawatan/rehabilitasi penderita pasca stroke haruslah per individu dan tidak bisa disamakan antara satu penderita dengan yang lainnya.

Rehabilitasi pasca stroke bertujuan agar penderita dapat hidup mandiri dan produktif kembali. Tingkat irehabilitasi pasca stroke sangat tergantung dari banyak aspek : mulai dari seberapa luas kerusakan di otak, waktu penanganan yang sedini mungkin (golden peroid), profesional yang menangani (dokter, fisioterapi, dll), peran serta keluarga dan teman dan yang terpenting adalah niat dan usha dari penderita itu sendiri.

Program rehabilitasi itu sendiri mencakup mulai dari latihan (exercise), modalitas alat, obat-obatan, terapi wicara, dan psikologi. Lingkungan sosial dan aspek psikologi sering dilupakan padahal ini merupakan aspek yang penting. Bahkan interaksi antara pasien dengan keluarga dan profesional (dokter) akan mempercepat proses pemulihan, karena interaksi tersebut akan memberikan dukungan emosional dan motivasi lebih bagi penderita stroke.

Posted in Penyakit Stroke, Penyebab Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Stroke Iskemik

Stroke adalah sindrom yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak (GPDO) dengan awitan akut, serta manifestasi klinis berupa defisit neurologis dan bukan sebagai akibat tumor, trauma ataupun infeksi susunan saraf pusat.

Stroke merupakan penyebab kecacatan nomor satu didunia dan penyebab kematian nomor tiga di dunia. Dua pertiga stroke terjadi di negara berkembang. Pada masyarakat barat, 80% penderita mengalami stroke iskemik dan 20% mengalami stroke hemoragik. Insiden stroke meningkat seiring bertambahnya usia.

Klasifikasi stroke iskemik berdasarkan waktunya terdiri atas :

  1.  Transient Ischaemic Attack (TIA) : defisit neurologuis membaik dalam waktu kurang dari 30 menit
  2. Reversible Ischaemic Neurological Deficit (RIND): defisit neurologis membaik kurang dari 1 minggi.

Faktor resiko seseorang dapat terserang stroke adalah usia dan jenis kelamin, genetik, ras, mendengkur dan sleep apnea, inaktivitas fisik, hipertensi, merokok, diabetes melitus, penyakit jantung, aterosklerosis, sidplidemi, alkohol dan narkoba, kontrasepsi oral, serta obesitas.

Penatalaksanaan penyakit stroke adalah dengan dua cara, cara umum dan cara khusus

Cara umum :

  • Nutrisi
  • Hidrasi intravena : koreksi dengan NaCl 0.9% jika hipovolemik
  • Hiperglikemi : koreksi dengan insulin skala luncur. Bila stabil beri insulin reguler sunkutan.
  • Neurorehabilitasi dini : stimulasi dini secepatnya dan fisioterapi gerak anggota badan aktif maupun pasif
  • Perawatan kandung kemih : kateter menetap hanya pada keadaan khusus (kesadaran menurun, demensia, dan afasia global)

Cara khusus :

  • Terapi spesifik stroke iskemik akut dengan trombolisis, antplatelet, dan obat neuroprotektif
  • Hipertensi : Pada stroke iskemik akut, tekanan darah diturunkan apabila tekanan sistolik >220 mmHg dengan penurunan maksimal 20% dari tekanan arterial rata-rata (MAP) awal per hari.
  • Trombosis vena dalam
Posted in Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment