Stroke Iskemik

Stroke adalah sindrom yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak (GPDO) dengan awitan akut, serta manifestasi klinis berupa defisit neurologis dan bukan sebagai akibat tumor, trauma ataupun infeksi susunan saraf pusat.

Stroke merupakan penyebab kecacatan nomor satu didunia dan penyebab kematian nomor tiga di dunia. Dua pertiga stroke terjadi di negara berkembang. Pada masyarakat barat, 80% penderita mengalami stroke iskemik dan 20% mengalami stroke hemoragik. Insiden stroke meningkat seiring bertambahnya usia.

Klasifikasi stroke iskemik berdasarkan waktunya terdiri atas :

  1.  Transient Ischaemic Attack (TIA) : defisit neurologuis membaik dalam waktu kurang dari 30 menit
  2. Reversible Ischaemic Neurological Deficit (RIND): defisit neurologis membaik kurang dari 1 minggi.

Faktor resiko seseorang dapat terserang stroke adalah usia dan jenis kelamin, genetik, ras, mendengkur dan sleep apnea, inaktivitas fisik, hipertensi, merokok, diabetes melitus, penyakit jantung, aterosklerosis, sidplidemi, alkohol dan narkoba, kontrasepsi oral, serta obesitas.

Penatalaksanaan penyakit stroke adalah dengan dua cara, cara umum dan cara khusus

Cara umum :

  • Nutrisi
  • Hidrasi intravena : koreksi dengan NaCl 0.9% jika hipovolemik
  • Hiperglikemi : koreksi dengan insulin skala luncur. Bila stabil beri insulin reguler sunkutan.
  • Neurorehabilitasi dini : stimulasi dini secepatnya dan fisioterapi gerak anggota badan aktif maupun pasif
  • Perawatan kandung kemih : kateter menetap hanya pada keadaan khusus (kesadaran menurun, demensia, dan afasia global)

Cara khusus :

  • Terapi spesifik stroke iskemik akut dengan trombolisis, antplatelet, dan obat neuroprotektif
  • Hipertensi : Pada stroke iskemik akut, tekanan darah diturunkan apabila tekanan sistolik >220 mmHg dengan penurunan maksimal 20% dari tekanan arterial rata-rata (MAP) awal per hari.
  • Trombosis vena dalam
Posted in Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Rehabilitasi Pasca Stroke

Rehabilitasi pasca stroke adalah suatu upaya rehabilitasi stroke terpadu yang emlibatkan berbagai disiplin ilmu kedokteran dan merupakan kumpulan program, termasuk pelatihan, penggunaan modalitas alat, dan obat-obatan. Rehabilitasi pasca stroke yang di mulai sedini mungkin (cepat dan tepat) dapat membantu pemulihan fisik yang lebih cepat dan optimal, sera menghindari kekakuan sendi (kontraktur) yang dapat terjadi apabila tidak melakukan apa-apa setelah pasien terkena stroke.

Sekarang ini rehabilitasi pasca stroke sudah sangat jauh berkembang dibanding beberapa dekade lalu. Zaman dahulu, bila seseorang terkena stroke, berarti dunia sudah kiamat untuk dirinya. Ia hanya bisa duduk diam tanpa daya di kursi roda, putus asa dan depresi. Seiring perkembangan dunia kedokteran  yang semakin pesat, para ahli di seluruh dunia terus melakukan riset dan mencari apa yang terbaik bagi pasien pasca stroke, mulai dari penggunaan obat-obatan khusus, merencanakan lathan motorik sensorik, hingga penggunaan modalitas alat-alat tertentu.

Rehabilitasi pasca stroke sebaiknya dilakukan sedini mungkin berkala, dan berkesinambungan. Bahkan sesaat setelah pasien masuk rumah sakit pun akan langsung dilakukan rehabilitasi pasca stroke. Dengan memulai terapi sedini mungkin, diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dari otot-otot anggota gerak dan menimalkan kekakuan, serta  mengurangi komplikasi akibat tirah baring yang lama.

Rehabilitasi pasca stroke dimulai segera setelah seseorang terkena stroke dan dirawat dirumah sakit. Menggerakkan otot secara pasif pun dapat dilakukan apabila pasien koma. Segera setelah keadaan pasien stabil dan dapat diajak berinteraksi maka rehabilitasi yang lebih aktif dapat dimulai. Pasien yang dinilai stabil dapat dirawat jalan saja dan kembali dengan teratur ke rumah sakit untuk melanjutkan program rehabilitasi.

 

Posted in Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Stroke Berulang

Ada beberapa hal yang bisa dan harus anda lakukan untuk mencegah terjadinya ulangan stroke, yaitu dengan mengubah pola hidup, mengelola faktor-faktor resiko dari stroke, dan juga dengan konsumsi obat-obatan tertetu.

Tentu saja pola hidup ke arah yang lebih baik dan lebih sehat. Ada satu hal yang menarik mengenai pola hidup sehat ini, meskipun sebagian besar orang sudah mengetahui begaimana pola hidup sehat itu, tetapi ternyata hanya sedikit saja yang menerapkannya. Memang pola hidup sehat ini hanya mudah secara teori, tetapi penerapannya sangat sulit sekali. Pola hidup sehat yang di maksud :

  1. Diet makanan sehat, rendah kalori, rendah lemak dan rendah garam
  2. Memperbanyak konsumsi buah dan sayuran. Disarankan untuk mengonsumsi sekitar 5 porsi buah dan sayuran setiap harinya.
  3. Aktivitas fisik dan berolahraga secara teratur
  4. Tidak merokok
  5. Tidak minum alkohol
  6. Sebisa mungkin menghindari stres baik fisik ataupun mental/emosi.

Pola hidup sehat ini sebenarnya merupakan poin utama dalam pengelolaan dan pencegahan stroke berulang, tetapi hanya sedikit saja yang menyadari dan melakukannya. Jadi hal ini merupakan tugas anggota keluarga dan juga dokter untuk meyakinkan ( dan mungkin sedikit memaksa) pasien pasca-stroke agar dapat menjalani pola hidup  sehat ini dengan baik.

Cara terbaik adalah jelas dengan kesadaran diri sendiri untuk hidup sehat. Rasanya hampir setiap orang tahu tentang pola hidup sehat ini, hanya saja cuma sedikit yang mau menjalankannya. Masing-masing faktor resiko memiliki penanganan yang berbeda, apabila anda masih merasa bingung sebaiknya konsultasikan langsung dengan dokter anda.

Posted in Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penanganan Stroke Hemoragik

Prinsip penatalaksanaan dari fase akut stroke hemoragik adalah menghentikan perdarahan yang terjadi di pembuluh darah otak secepat-cepatnya dan membatasi jumlah volume darah yang keluar dari pembuluh darah otak seminimal mungkin.

Terapi bedah merupakan pilihan pertama (terutama bila terjadi perdarahan) otak yang sangat luas). Dokter yang menangani adalah dokter spesialis bedah saraf. Biasanya dokter akan menganjurkan pembedahan, dan dokter akan menerangkan segalanya tentang tindakan bedag tersebut mulai dari prosedur, keuntungan, maupun kerugiannya pada anda. Pada kasus-kasus tertentu, bisa diberikan obat-obatan seperti :

  • Manitol : untuk mengurangi pembengkakan otak dan menurunkan tekanan intrakranial (tekanan didalam rongga kepala, karena umumnya pada stroke terjadi peningkatan tekanan di sini)
  • Fenitoin: sebagai anti kejang, karena biasa pada pasien stroke hemoragik akan mengalami periode kejang

Pada umumnya terapi bedah merupakan pilihan terapi untuk stroke hemoragik (stroke pendarahan) dengan tujuan untuk mengeluarkan gumpalan darah yang sudah terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak. Terkadang tindakan bedah juga dilakukan untuk mengurangi pembengkakan atau terkumpulnya cairan yang ada di otak akibat stroke (hidrosefalus) ataupun mengurangi tekanan intrakranial yang meninggi (dekompresi). Pada prinsipnya terapi bedah hanya dilakukan bila ada indikasi dari dokter dengan mempertimbangkan beberapa hal seperti misalnya usia pasien, kesaran, besarnya gumpalan darah, peningkatan tekanan intrakranial, dll.

Posted in Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penanganan Stroke Iskemik

Prinsip penatalaksanaan dari fase akut stroke iskemik adalah membatasi kematian sel-sel otak yang sudah terjadi, dan memulihkan sel-sel otak yang sedang dalam proses iskemik. Sekarang ini obat-obatan trombolitik, seperti misalnya rt-PA (recombinant tissue-Pasminogen Activator). Obat ini bekerja dengan menghancurkan sumbatan/ bekuan darah yang terjadidi pembuluh darah otak. Obat ini sangat mahal harganya dan mempunyai efek samping yang berbahaya yaitu pendarahan.

Pengobatan dengan rt-PA hanya boleh dilakukan bila stroke  terjadi kurang dari 3 jam, karena bisa lebih dari 3 jam akan beresiko terjadinya perdarahan. Dokter akan menjelaskan dan menginformasikan segala terapi yang diberikan berikut dengan manfaat dan resiko, serta efek sampingnya masing-masing. Kemudian barulah gejala-gejala perburukan klinis yang lain  ditangani.

Stroke iskemik merupakan stroke yang berjalan d an berkembang perlahan-lahan. Perburukan klins pasien sangat mungkin terjadi. Pasien yang tadinya masih sanggup mengangkat tangan, setelah 24 jam kemudian menjadi tidak sanggup. Pasien yang semula sadar bisa jatuh tidak sadar/ koma. Pembengkakan otak (edema otak) bisa terjadi dalam 3 sampai 5 hari setelah serangan stroke.

Terapi dengan manitol bermanfaat untuk mengurangi pembengkakan otak. Hipertensi (tekanan darah tinggi) sering muncul mengikuti setelah stroke. Penanganannya memerlukan perhatian khusus karena tidak boleh menurunkan tekanan darah terlalu cepat (tetapi bertahap), karena hal ini memperburuk keadaan penderita tetapi bila terlalu tinggi dapat menyebabkan stroke hemoragik.

Posted in Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penanganan Stroke Infark

Apabila dari antara anda ataupun orang terdekat di sekitar anda sewaktu-waktu merasakan salah satu/ lebih dari tanda dan gejala stroke yang sudah kita bahas pada bab sebelumnya, anda harus segera mencari pertolongan dan penanganan medis dari dokter. Segeralah telepon ambulans atau rumah sakit. Semakin cepat penderita mendapatkan pertolongan medis, akan semakin baik hasilnya dan proses pemulihan pun akan semakin cepat. Waktu emas (golden period) dalam penanganan stroke adalah sekitar 3 jam. Itu artinya 3 jam pertama setelah seseorang mendapatkan serangan stroke, ia sudah harus mendapatkan terapi yang optimaldari tim dokter untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Secara garis besar, penanganan fase akut stroke (saat terjadi serangan stroke) dibagi menjadi dua macam, yaitu penanganan pada fase akut pada stroke hemoragik. Kedua penanganan tersebut harus dilakukan dirumah sakit untuk beberapa saat (tergantung keadaan umum pasien). Penanganan kedua tipe stroke ini  sangat berbeda dan berkebalikan.

Penanganan fase akut pada stroke iskemik akibat sumbatan darah bertujuan untuk melancarkan kembali peredaran darah otak, terutama untuk daerah yang tersumbat tersebut agar tidak mengalami kematian total dari sel-sel otak (infark otak). Sedangkan penanganan fase akut pada stroke hemoragik (karena pecahnya pembuluh darah di otak) bertujuan untuk mengurangi jumlah darah yang keluar dari pembuluh darah tersebut agar jumlah voulme darah yang keluar tidak semakin banyak.

 

Posted in Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pertolongan Pertama Pada Serangan Stroke

Serangan stroke bisa datang kapan saja. Misalnya di tengah acara penting seperti acara keluarga, menghadiri rapat penting, dan sebagainya. Ingat, faktor resiko stroke adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi riwayat pernah mengalami stroke sebelumnya, merokok, diabetes, atau memiliki penyakit jantung, usia juga meningkatkan faktor resiko. Jika keluarga anda sendiri memiliki faktor resiko tersebut, wajib mengenal tanda-tanda stroke.

Gejala stroke adalah :

  • Tiba-tba lemas atau kaku di wajah, lengan, atau satu sisi tubuh.
  • Tiba-tiba pandangan kabur atau buram terutama pada satu sisi mata
  • Tidak bisa bicara dan kesulitan memahami kata-kata orang lain.
  • Mendadak sakit kepala hebat tanpa sebab yang jelas.
  • Pusing tidak stabil atua jatuh tiba-tiba

Perolongan pertama yang harus dilakukan adalah :

  • Cari pertolongan medis secepat mungkin. Hubungi ambulans, rumah sakit atau klinik terdekat. Setiap detik sangat berharga untuk mencegah kematian sel-sel otak lebih banyak lagi.
  • Catat waktu sejak gejala pertama mucnul, jika tindakan dilakukan dalam 3 jam pertama, maka obat pengencer darah (tissue plasminogen actovator ata TPA) masih dapat efektif untuk mencegah kecacatan lebih lanjut. Tentunya dilakukan oleh dokter dirumah sakit.

Stroke mini atau TIA (transient isvhemic attack) adalah peringatan akan terjadinya stroke dengan gejala mirip stroke namun hanya bersifat sementara. Anda pun wajib mengenali gejal-gejala TIA untuk menghindari resiko stroke mayor, diantaranya lemas atau kaku diwajah, lengan,atau satu sisi tubuh, pandangan kabur dan kesulitan bicara.

Posted in Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Stroke Mata

Istilah stroke pada mata sebetulnya merujuk kepada keadaan disebut Central Retina Artery Occlusion (CRAO), walaupun sebetulnya istilah ini kurang begitu tepat. Istilah stroke mata digunakan hanya untuk mempermudah  pemahaman mengenai penyakit tersebut yaitu menggambarkan adanya sumbatan pembuluh darah yang ada di otak.

Stroke mata berbeda dengan stroke otak. Kadang kala memang dapat terjadi kelumpuhan pada otot bola mata akibat dari stroke tetapi tetap saja sumber strokenya di otak. Atau dengan kata lain kelumpuhan otot bola mata tersebut oleh karena daerah di otak yang mengatur pergerakan bola mata mengalami stroke. Sehingga penanganannya pun dilakukan langsung pada sumbernya, yaitu di otak.

Faktor penyebab stroke mata adalah :

  • Darah tinggi
  • Kencing manis
  • Kelainan darah
  • Penyakit halogen

Penyebab dari faktor lain adalah :

  • Merokok
  • Obesitas
  • Kurang olahraga

Gejala stroke mata ditandai dengan hilangnya penglihatan secara mendadak tanpa diiringi rasa sakit. Biasanya, hal ini terjadi pada satu bagian mata saja. Resiko stroke mata terbilang tinggi bagi mereka yang menderita tekanan darah tinggi. diabetes, kolesterol tinggi, dan mengidappenyakit daeah seperti anemia dan leukimia.

Cara mengatasi penyakit stroke mata ini adalah cairan yang menggenang akibat kebocoran akan diatasi melalui prosedur pembedahan. Selanjutnya dokter akan membatasi kerusakan atau komplikasi dengan cara mengendalikan dulu faktor resikonya, apakah itu diabetes, anemia atau lainnya. Hal ini diperlukan untuk mencegah serangan berikut pada mata sebelahnya.

Posted in Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Stroke Iskemik

Stroke iskemik adalah stroke yang disebabkan katena adanya hambatan atau sumbatan pada pembuluh darah otak tertentu sehingga daerah otak yang diperdarahi oleh pembuluh darah tersebut  tidak mendapat pasokan energi dan oksigen, sehingga pada akhirnya jaringan sel-sel otak di daerah tersebut mati dan tidak berfungsi lagi. 

Stroke iskemik ini dibagi menjadi beberapa tipe menurut penyebabnya :

A. Trombosis (terjadi di pembuluh darah yang besar)
Trombosis adalah bekuan darah. Stroke trombosis adalah stroke yang terjadi karena adanya sumbatan di pembuluh darah besar di otak karena adanya gumpalan/ plak yang terbentuk akibat proses aterosklerotik (pengerasan arteri). Stroke karena trombosis ini merupakan stroke yang paling sering terjadi (hampir 40% dari seluruh stroke). Plak aterklerotik tersebut akan menyumbat suatu pembuluh darah tertentu di otak yang pada akhirnya daerah otak yang seharusnya mendapat pasokan oksigen dan nutrisi tersebut menjadi kekurangan oksigen (disebut iskemia) dan akhirnya menjadi darah mati (infark). Plak aterisklerotik biasanya menyumbat pembuluh darah besar disekitar leher ataupun didasar otak. Hambatan/ sumbatan yang terjadi di pembuluh darah yang cukup besar tersebut biasanya akan menghasilkan stroke iskemik yang luas di otak (daerah infark yang luas).

Proses aterosklerosis itu sendiri di percepat oleh berbagai faktor seperti hipertensi, diabetes, hiperkolesterol, dan faktor-faktor lainnya. Bagaimana proses terjadinya ateroskelrosis terjadi karena penimbunan lipid (lemak) berikut  kolesterol yang diselipkan dibawah lapisan intima dari pembuluh darah oleh arus darah. Proses ini dipercepat oleh hiperkolesteremia dan beban terhadap dinding pembuluh darah akibat hipertensi.

B. Lakunar (terjadi di pembuluh darah yang kecil)
Stroke lakunar adalah stroke yang terjadi pada pembuluh-pembuluh darah kecil yang ada di otak. Terjadi sekitar 20% kasus dari seluruh stroke. Stroke lakunar ini disebabkan oleh adanya sebuah lesi/ luka yang kecil, berbatas jelas berukuran kurang lebih 1,5 cm yang biasanya terletak di daerah subkortikal, kapsula interna, batak otak, dan serebelum (otak kecil). Stroke lakunar ini berkaitan kuat dengan hipertensi dan juga dihubungkan dengan perubahan mikrovaskular yang timbul karena hipertensi kronis dan kencing manis (diabetes mellitus). Penyumbatan pada pembuluh darah kecil ini biasanya tidak memberikan dampak stroke yang parah.

C. Emboli Serebral
Stroke emboli adalah stroke yang terjadi oleh karena adanya gumpalan darah/ bekuan darah yang berasal dari jantung, dan kemudian terbawa arus darah sampai ke otak, kemudian menyumbat pembuluh darah di otak.

Posted in Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Stroke Hemoragik

Stroke hemoragik adalah stroke yang disebabkan karena adanya pembuluh darah dalam otak yang pecah hingga darah keluar dari pembuluh darah tersebut dipaksa masuk ke dalam jaringan otak, kemudian merusak sel-sel otak di daerah tertentu, sehingga pada akhirnya bagian otak  yang terkena tidak dapat berfungsi dengan baik.

Stroke hemoragik terbagi lagi menjadi dua tipe :

  • Perdarahan Subraknoid (PSA)
  • Perdarahan Intraserebral (PIS)

Stroke karena perdarahan subraknoid  terjadi pada sekitar 5% dari seluruh serangan stroke. Perdarahan subraknoid terjadi di jaringan yang menutupi otak. Ini biasa terjadi karena adanya ruptur atau robekan dari aneurisma (arteri yang melebar). Ruptur atau robekan itu biasanya terjadi karena dinding arteri yang menipis, bisa dijumpai pada pasien-pasien yang menderita hipertensi (tekanan darah tinggi), AVM (Arterio Venoses Malformation), atau adanya tumor intraserebral.

Ketika terjadi ruptur/ pecah, darah yang berasal dari aneurisma tersebut akan masuk ke ruang subraknoid, yang kemudian akan mengiritasi durameter (selaput yang melapisi permukaan luar otak) dan akhirnya menimbulkan nyeri kepala. Nyeri kepala pada stroke karena perdarahan subraknoid sangat khas yang sering dikatakan oleh penderita sebagai “nyeri kepala yang paling parah sepanjang hidup saya”, karena nyeri kepala tersebut sangat nyeri sekali , mendadak, parah, dan tanpa sebab yang jelas. Sering disertai oleh muntah dan kaku leher. Karena tekanan perfusi intraserebral yang menurun secara tiba-tiba, hilangnya kesadaran mendadak (koma) sangat sering terjadi. Keadaan seperti ini memerlukan intervensi medis sesegera mungkin. Sekitar sepertiga dari kasus pendarahan karena aneurisma yang pecah ini langsung meninggal, sementara sisanya akan mengalami kecacatan berat. Gejala nyeri kepala ini tidak selalu timbul dalam setiap kasus pendarahan subraknoid ini. Dalam beberapa kasus, hal ini tidak menimbulkan  gejala nyeri kepala yang berarti. Oleh sebab itu, semua nyeri kepala yang timbul mendadak, terutama pada usia lanjut, harus segera diperiksakan ke dokter.

Perdarahan intraserebral atau perdarahan yang terjadi di dalam otak terjadi pada sekitar 10% dari seluruh serangan stroke. Stroke karena perdarahan intraserebral biasanya sama dengan perdarahan subraknoid, hanya letaknya yang berbeda. Pembuluh darah arteri otak bagian dalam merupakan tempat tersering dari perdarahan intraserebral. Pecahnya dinding pembuluh darah arteri otak biasanya karena dinding arteri tersebut rapuh dan menipis. Penyakit-penyakit yang menyebabkan dinding tersebut menipis dan rapuh adalah : hipertensi (peningkatan tekanan darah), angiopati amiloid (pengendapan protein di dinding-dinding arteri tersebut), aneurisma, tumor otak, maupun trauma pada otak.

Ada beberapa jenis pendarahan intraserebral yang tersering menurut letaknya, yaitu : pendarahan thalamus, hematom subdural (bisanya karena trauma), dan pendarahan intraventrikuler. Pendarah tersebut bisa sangat parah, ditandai dengan peningkatan tekanan intrakranial, gangguan pada beberapa traktus saraf, kompresi ventrikel, dan herniasi dari otak. Tingkat mortalitas juga sangat tinggi, namun para penderita stroke yang bisa melewati masa krisis tersebut biasanya lebih mudah pulih dibandingkan tipe stroke lainnya, biasa sekitar 2 sampai 3 bulan setelah serangan stroke.

 

Posted in Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Stroke dan Penyebabnya

Stroke adalah tanda-tanda klinis mengenai gangguan fungsi selebral secara fokal ataupun global, yang berkembang dengan cepat, dengan gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih, atau mengarah ke kematian tanpa penyebab yang kelihatan, selain tanda-tanda yang berkenaan dengan aliran darah di otak. Namun, dalam bahasa yang lebih sederhana dapat dikatakan bahwa stroke adalah suatu serangan mendadak yang terjadi di otak yang melibatkan pembuluh darah di otak (tersumbat atau pecah) dan akhirnya bermanifestasi dalam beragam gejala (mulai dari kelumpuhan, bicara pelo, gangguan menelan, dan sebagainya).

Serangan di otak tersebut terutama disebabkan oleh dua hal: adanya hambatan/ sumbatan atau adanya pembuluh darah yang pecah di dalam otak. Kedua hal itu pada akhirnya akan menimbulkan gangguan pada daerah otak tertentu yang diperdarahi oleh pembuluh darah yang pecah/ tersumbat tersebut.

TIA (Transient Ischemic Attack) atau yang disebut serangan iskemik sesaat, adalah serangan pada pembuluh darah otak dengan tanda dan gejala yang hampir sama dengan stroke, tetapi semua gejala kelumpuhan dan defisit neurologis tersebut akan hilang kurang dari 24 jam. Kadang kala TIA disebut juga pra-stroke atau stroke ringan. TIA merupakan pertanda yang harus mendapatkan perhatian lebih dari orang yang bersangkutan dengan dokter, karena biasanya seseorang dengan TIA akan memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena stroke di kemudian hari.

Posted in Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Medis Stroke

Sebuah stroke berat terjadi ketika penyumbatan di pembuluh darah atau arteri terjadi. Hal ini juga bisa terjadi ketika ada pendarahan di dalam otak. Ketika ini terjadi, bagian otak yang tidak mendapatkan pasokan darah akan segera mati. Bagian tubuh yang dikontrol oleh bagian otak yang menjadi rusak terpengaruh. Stroke selalu dianggap sebagai darurat medis yang harus mendapat bantuan medis secepat mungkin.

Tanda-tanda stroke besar yang bisa berakibat fatal termasuk mati rasa atau kelumpuhan pada satu sisi tubuh, masalah dengan keseimbangan tubuh, kemungkinan pandangan, kemampuan bicara yang tidak jelas, kebingungan, dan sakit kepala.

Penentuan lokasi yang tepat dan cepat dari titik terjadinya stroke dan menentukan tingkat kerusakannya sangat penting dalam keputusan pengobatan. Stroke yang disebabkan oleh arteri yang tersumbat diperlakukan dengan cara yang sama sekali berbeda dari stroke yang disebabkan oleh pendarahan di dalam otak. Kunci untuk kelangsungan hidup dan pemulihan adalah pengobatan medis yang segera.

Jika stroke disebabkan oleh arteri yang tersumbat, obat yang sekarang tersedia bisa membalikkan kerusakan otak dan secara signifikan meningkatkan kemungkinan bertahan hidup. Namun obat ini efektif hanya jika diberikan dalam beberapa jam dari waktu ketika gejala stroke pertama di mulai.

Jika stroke disebabkan oleh penyumbatan dalam arteri, obat yang disebut obat trombolitik dapat digunakan, yaitu aktivator jaringan plasminogen (TPA). Obat-obatan yang populer disebut penghilang gumpalan ini telah di gunakan selama bertahun-tahun untuk mengobati serangan jantung.

Prosedur bedah juga bisa dilaksanakan jika stroke disebabkan oleh penyumbatan. Prosedur yang disebut  endarterektomi dapat digunakan untuk menghilangkan penumpukan plak dari dalam arteri karotid, salah satu sebab utama terganggunya  aliran darah ke kepala dan leher. Endarterektomi dapat digunakan untuk mengobati orang yang mengalami stroke dan juga sebagai tindakan pencegahan untuk orang yang beresiko stroke.

Radiologi intervensi dilakukan dengan memasukkan tabung fleksibel yang panjang dan tipis, yang disebut kateter ke pembuluh darah. Titil penyisipan biasanya di selangkangandan sayatan seukuran ujung pensil. Kateter dapat di pandu ke daerah pendarahan dan digunakan untuk memperluas area pembuluh darah yang telah menyempit katena penumbuhan plak.

Posted in Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Makanan Untuk Penderita Stroke

Menjaga nutrisi yang baik setelah stroke adalah kunci untuk pemulihan. Memilih makanan sehat dapat membantu mengontrol tekanan darah, berat badan, mengurangi resiko seseorang mengalami stroke yang lain, dan dapat membantu dengan tuntutan terapi stroke dan kegiatan sehari-hari lainnya.

Mencegah stroke lain dan tetap sehat dapat dicapai bila anda mengambil langkah yang tepat untuk mengontrol berat badan dan tekanan darah. Ahli gizi dapat mengajarkan cara untuk mempersiapkan dan merencanakan makanan dan makanan ringan untuk meningkatkan kesehatan anda.

Pastikan setidaknya setengah dari pilihan anda berasal dari bijia-bijian. Pilih sayuran hijau gelap dan orange, dan makanlah berbagai buah segar, buah beku, atau kering setiap hari. Sebaiknya ambil sebagian besar sumber lemak dari ikan, kacang-kacangan dan minyak sayur. Batasi sumber lemak dari mentega, margarin atau lemak hewan. Pilih makanan dengan susu rendah lemak atau bebas lemak, atau berbagai makanan non0-susu yang kaya kalsium setiap hari.

Pilih daging rendah lemak atau tanpa lemak, unggas dan ingat untuk memvariasikan pilihan anda dengan lebih banyak kacang-kacang polong, kacang-kacangan, biji-bijian dan sumber-sumber  ikan. Variasikan jenis makanan sehingga mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan setiap hari. Perbanyak buah dan sayuran. Mulailah membaca label makanan dengan teliti. Ketika memilih makanan untuk menurangi resiko stroke, fokuskan pada informasi kalori, total lemak, lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, sodium, dan diet serat. Batasi asupan lemak jenuh dan trans serta kolesterol.

Lemak jenuh cenderung padat pada suhu kamar dan ditemukan dalam produk hewani seperti daging, keju, kunging telur, mentega, es krim, dan minyak nabati tertentu (sawit, inti sawit dan kelapa).

Masalah kesulitan menelan makanan pada sebagian penderita stroke juga harus menjadi perhatian dalam menyiapkan makanan. Cara memasak dengan mengukus adalah yang terbaik dalam menyiapkan makanan sehat. Hindari menggoremg makanan. Untuk penyajiannya buatlah makanan berbentuk bubur, lembek, atau di potong kecil-kecil agar mudah ditelan.

Posted in Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Stroke Ringan

Ketika seseorang mengalami stroke, mereka mungkin mengalami stroke berat atau stroke ringan. Banyak orang yang mengalami stroke ringan tidak mencari bantuan medis yang diperlukan untuk kodisi tersebut, sehingga menempatkan mereka pada resiko lebih tinggi mengalami stroke yang mengancam jiwa.

Stroke ringan disebut juga Transient Ischemic Attack (TIA) dalam bahasa medis. Gejala-gejala yang dialami pada stroke ini mirip dengan gejala yang dialami oleh mereka yang mengalami stroke berat. Namun, gejala ini tidak sepanjang gejkala yang menyertai stroke berat.

Hal ini terjadi ketika seseorang mengalami penyumbatan atau pengurangan aliran darah yang mengalir menuju bagian tertentu dari otak. Halangan aliran darah ini biasanya berupa bekuan darah. Dalam waktu singkat, bekuan biasanya akan pergi atau melalui vena atau arteri dan memungkinkan aliran darah lancar lagi.

Stroke ringan adalah sebuah peringatan bahwa seseorang bisa mengalami stroke berat di masa depan. Jika memang demikian penting untuk menghindari menunda pengobatan karena bisa menyebabkan stroke berat. Gejala jenis stroke antara lain :

  • Mati rasa dan sensasi kesemutan mungkin dialami pada satu sisi tubuh.
  • Banyak orang mendapati bahwa merepa mampu secara tepat memindahkan salah satu sisi tubuh ketika mereka menderita stroke ringan.
  • Bahasa dapat menjadi sulit. Banyak orang mendapati bahwa mereka tidak mampu berbicara benat dan bahwa mereka bingung menggunakan kata-kata.
  • Banyak orang yang menderita TIA mengalami kesulitan untuk memahami kata-kata yang diucapkan kepada mereka.
  • Banyak penderitanya mengalami komplikasi fisik seperti pusing atau tantangan belajar.

 

Posted in Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Diagnosis Stroke

Stroke adalah keadaan darurat medis. Siapapun yang diduga terserang stroke harus dibawa ke fasilitas medis dengan segera untuk evaluasi dan pengobatan. Langkah pertama dalam memahami masalah anda adalah untuk mendapatkan riwayat medis yang cermat. Dokter atau perawat akan bertanya tentang kondisi anda. Jika anda tidak dapat berkomunikasi, anggota keluarga atau teman akan diminta untuk memberikan informasi ini.

Dokter akan bertanya tentang gejala yang anda alami sekarang dan masalah di masa lalu atau operasi medis sebelumnya dan penyakit-penyakit yang pernah di derita keluarga anda. Jika anda, pastikan untuk membawa daftar semua obat yang sedang anda konsumsi saat ini (resep atau non resep). Jika gejala hanya berlangsung sementara, dokter mungkin juga ingin berbicara dengan orang lain yang bersama anda pada saat itu.

Langkah berikutnya adalah pemeriksaan fisik secara menyeluruh, dokter akan memeriksa denyut nadi dan tekanan darah,dan memeriksa seluruh tubuh anda (jantung, paru-paru, dan sebagainya). Juga pemeriksaan neurologis termasuk tes rinci otot dan saraf. Dokter akan memeriksa kekuatan anda, sensasi, koordinasi dan refleks. Selain itu, anda akan diminta menjawab beberapa pertanyaan untuk memeriksa memori, kemampuan berbicara dan berpikir anda.

Pemeriksaan fisik adalah kunci dalam mengonfirmasikan bagian tubuh yang telah berhenti berfungsi dan dapat membantu menentukan bagian mana dari otak yang telah kehilangan suplai darah. Seorang dokter ahli saraf, yang mengkhususkan diri pada gangguan sistem saraf dan penyakit otak, dapat membantu dalam mendiagnosis dan manajemen pasien stroke.

Cadel dalam berbicara atau kelemahan pada satu sisi tubuh tidak selalu mendapat sinyal terjadinya stroke. Ada kemungkinan lain yang dapat bertanggung jawab untuk gejala ini. Kondisi lain yang dapat meniru stroke meliputi tumor otak, otak abses ( kumpulan nanah di otak yang disebabkan oleh bakteri atau jamur), migrain, pendarahan otak secara spontan atau akibat terjadi trauma, meningitis atau ensefalitis, overdosis obat tertentu, atau seuatu ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh. Konsentarasi normal (terlalu tinggi atau terlalu rendah) natrium, kalsium, atau glukosa dalam tubuh juga dapat menyebabkan perubahan pada sistem saraf yang dapat meniru stroke.

Tergantung pada hasil evaluasi anda, doketr mungkin perlu melakukan tes tambahan untuk memahami masalah anda sepenuhnya, antara lain tes darah, CT-scan, MRI dan lain-lain. Bagian dari pemeriksaan fisik yang menjadi standar adalah penggunaan skala stroke untuk membantu menentukan keparahan dari stroke dan apakah intervensi yang agresif dapat dibenarkan.

Cuma ada waktu yang sempit untuk campur tangan dokter dalam stroke akut dengan  obat-obatan untuk membalikan kehilangan suplai darah ke bagian otak. Pasien harus dievaluasi dan dostabilkan secara tepat sebelum obat penghilang gumpalan dapat di manfaatkan.

Bersabarlah, kadang-kadang dibuthkan waktu lama untuk menemukan penyabab dari gejala stroke, dan kadang-kadang penyebab stroke tidak dapat ditentukan. Pastikan untuk mendiskusikan pertanyaan atau masalah dengan dokter.

Posted in Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Ciri-Ciri Penyakit Stroke

Penyakit stroke merupakan penyakit degeneratif atau serebrovaskular yang mempengaruhi pembuluh darah pada bagian otak. Apabila terkena penyakit stroke, seseorang akan mengalami kelumpuhan sebagai akibat awal dari kerusakan pembuluh darah di otak.

Penyakit stroke berkaitan erat dengan pembuluh darah otak, apabila stroke menyerang maka organ otak lah yang lebih dahulu mengalami penurunan atau gangguan yang diakibatkan dari kelumpuhan atau rusaknya pembuluh darah di otak. Penyakit stroke disertai banyak faktor penyebab yang datangnya dari beberapa penyakit komplikasi lainnya seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi dan kolesterol tinggi.

Gambar gejala dari penyakit stroke

Stroke selain termasuk dalam golongan penyakit degeneratif juga termasuk dalam penyakit serebrovaskular (pembuluh darah otak) yang ditandai oleh kematian pada jaringan otak (infark serebral) yang diakibatkan dari berkurangnya pasokan dan aliran darah serat oksigen ke otak. Berkurangnya aliran darah dan okesigen ini disebebkan adanya penyumbatan atau penyempitan atau pecahnya pembuluh darah.

Stroke terjadi seiring bertambahnya usia yang disertai latar belakang tingkat kesehatan dan riwayat penyakit yang dimiliki terdahulu sebelum terjadinya stroke. Orang yang terkena penyakit stroke mudah dikenali dan dipahami dengan ciri fisik seperti kulit wajah mulai mengendur, bentuk bibir yang mulai miring, pendengaran yang berkurang dan fisk yang mudah sekali terlihat adalah pergerakan kaki yang mulai melumpuh.

Berikut ini ada beberapa gejala dan ciri dari penyakit stroke berdasarkan lokasinya di tubuh, diantarnya :

1. Penyakit stroke mulai menyerang pada bagian sistem saraf pusat seperti otot tubuh yang semakin melemah (hemiplegia), tubuh terasa kaku, fungsi dari saraf sensorik otak mulai mengalami penurunan.

2. Menyerang batang otak yang banyak terdapat sistem saraf kemudian mengalami penurunan kemampuan seperti pada penglihatan (mata), menurunnya kemampuan indera penciuman (hidung), indera pengecap atau indera perasa (mulut), refleks anggota tubuh yang menurun, bentuk wajah atau raut wajah yang mengalami perubahan seperti bibir menjadi miring sebelah, pernafasan dan detak jantung yang tidak optimal, kemampuan lidah untuk mengenal rasa yang semakin menurun.

3. Cerebral cortex: aphasia, apraxia, daya ingat menurun, hemineglect, kebingungan.

Ciri atau tanda stroke diatas kebanyakan akan menghilang selama 24 jam, ciri atau tanda stroke diatas disebut dengan Transient Ischemic Attack (TIA) yang merupakan gejala atau serangan awal dari penyakit stroke.

Posted in Penyakit Stroke, Penyebab Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Penyakit Stroke

Stroke merupakan penyakit degeneratif yang kerap dijumpai pada usia senja. Stroke adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu.

DIAGNOSIS

Diagnosis biasanya diketahui berdasarkan perjalanan penyakit dan hasil pemerikasaan fisik. Pemeriksaan fisik membantu menentukan lokasi kerusakan otak. Untuk memperkuat diagnosis, biasanya dilakukan Pemeriksaan CT scan atau MRI.

Kedua pemeriksaan tersebut juga bisa membantu menentukan penyebab dari stroke. Untuk mengetahui apakah stroke tersebut disebabkan oleh pendarahan atau tumor otak, terkadang dilakukan aniografi.

Mengetahui faktor resiko stroke dan mengadopsi gaya hidup sehat merupakan langkah terbaik yang dapat anda ambil untuk mencegah stroke. Yang di maksud gaya hidup sehat adalah sebagai berikut :

1. Kontrol Tekanan darah tinggi (Hipertensi)

Salah satu hal yang terpenting yang dapat anda lakukan untuk mengurangi resiko stroke adalah menjaga tekanan darah. Jika anda pernah mengalami stroke tekanan darah dapat membantu mencegah serangan transient ischemic berikutnya atau stroke. Berolahraga, mengelola stress, menjaga berat badan ideal, dan membatasi asupan natrium dan alkohol. Selain rekomendasi untuk perubahan gaya hidup, dokter Anda bisa merespon obat untuk mengobati tekanan darah tinggi, seperti diuretik ACE (angiotensin-coverting enzyme) inhibitor dan angiotensin reseptor blocker.

2. Turunkan kolesterol dan lemak jenuh

Mengurangi konsumsi kolesterol dan lemak, terutama lemak jenuh, berarti mengurangi juga plak pada arteri Anda. Jika Anda tidak dapat mengendalikan sendiri kolesterol melalui perubahan pola makan, dokter anda akan meresepkan obat penurun kolesterol.

3. Jangan merokok. Berhenti merokok mengurangi resiko stroke.

4. Kontrol Diabetes. Anda dapat mengelola diabetes dengan diet, olahraga, pengendalian berat badan dan pengobatan. Kontrol ketat gula darah dapat mengurangi kerusakan otak.

5. Menjaga berat badan. Kelebihan berat badan bisa menambah faktor resiko stroke seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan diabetes.

6. Olahraga secara teratur.

7. Kelola stres, Stres dapat dapat menyebabkan peningkatan sementara dalam tekanan darah atau hipertensi yang bertahan lama. Stres juga dapat meningkatan kecendrungan darah membeku, yang dapat meningkatkan resiko stroke iskemik. Anda bisa menggunakan teknik relaksasi untuk mengurangi stres.

8. Jauhkan minuman beralkohol. Minum minuman yang mengandung alkohol dapat meningkatkan tekanan darah tinggi, stroke iskemik dan pendarahan.

9. Jangan gunakan obat-obatan terlarang.

10. Lakukan diet pola makan sehat.

Diet sehat otak sebaiknya mencakup:

1. Lima atau lebih porsi harian buah dan sayuran, yang mengandung zat gizi seperti kalium, folat dan antioksidan.

2. Makanan kaya serat larut, seperti havermut dan kacang-kacangan.

3. Makanan kaya akan kalsium

4. Produk kedelai, seperti tempe, miso, tahu dan susu kedelai, yang dapat mengurangi low-density lipoprotein (LDL) kolesterol HDL anda.

5. Makanan kaya Omega-3 asam lemak, termasuk ikan air dingin, seperti salmon, makarel, dan tuna.

Posted in Penyakit Stroke, Penyebab Penyakit Stroke | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Penyakit Stroke

Stroke atau penyakit serebavaskuler adalah kematian jaringan otak (Infark serebal) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Stroke bisa berupa iskemik maupun pendarahan (hermoragik).

Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis atau bekuan darah yang menyumbat suatu pembuluh darah. Pada stroke hermoragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah yang merembas ke dalam suatu daerah di otak dan meruskanya.

Gambar skema tubuh dan bagian tubuh yang diakibatkan dari stroke

Pada stroke iskemik, penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur arteri yang menuju ke otak . Misalnya suatu ateroma (endapan lemak) bisa terbentuk di dalam arteri karotis sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah. Keadaan ini sangat serius karena setiap arteri karotis dalam keadaan normal memberikan darah ke sebagian besar otak.

Endapan lemak juga bisa terlepas dari dinding arteri yang mengalir di dalam darah, kemudian menyumbat arteri yang lebih kecil, Arteri karotis dan Arteri vertebralis beserta percabangannya bisa tersumbat karena adanya bekuan darah yang berasal dari tempat lain. Misalnya dari jantung atau satu katupnya.

Stroke semacam ini disebut emboli serebral. Emboli serebral paling sering terjadi pada penderita yang baru menjalani pembedahan jantung dan penderita kelainan katup jantung atau gangguan irama jantung terutama (fibrilasi atrium). Emboli lemak jarang menyebabkan stroke. Emboli lemak terbentuk jika lemak dari sumsum tulang yang pecah dilepaskan ke dalam aliran darah yang akhirnya bergabung dalam sebuah arteri.

Stroke juga bisa terjadi bila suatu peradangan atau infeksi menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menuju ke otak. Obat-obatan seperti kokain dan amfetamin juga bisa mempersempit pembuluh darah di otak dan menyebabkan stroke.

Penurunan tekanan darah yang tiba-tiba bisa menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak yang biasanya menyebabkan orang pingsan. Stroke bisa terjadi jika tekanan darah rendahnya sangat berat dan menahun. Hal ini terjadi jika seseorang mengalami kehilangan darah yang banyak karena cedera atau pembedahan, serangan jantung atau irama jantung yang abnormal.

Posted in Penyebab Penyakit Stroke | Tagged , , , , , | Leave a comment